FPI Buka Pendaftaran Relawan Untuk Lakukan Jihad Ke Papua.



Peristiwa kemanusiaan akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua mengundang perhatian dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia, salah satunya dari Front Pembela Islam (FPI).

Baca Juga : Jokowi Usul Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Di Percepat, KPU Angkat Bicara.

Koordinator Aksi yang juga Ketua FPI Klaten, Ustadz Suyadi, mengatakan, saat ini Relawan FPI Klaten melakukan kegiatan penggalangan dana ini menindaklanjuti instruksi resmi dari DPP FPI, sembari menunggu seruan jihad kemanusiaan.

Para relawan FPI Klaten melakukan jihad dengan menggalang dana kepedulian yang nanti akan diserahkan untuk membantu saudara muslim di Wamena.

“Diawali dari uluran para relawan FPI, kami kemudian mengajak masyarakat untuk berempati dengan meyalurkan bantuan amal kepada saudara-saudara kita di Wamena”,jelasnya.

Hasil penggalangan dana ini kemudian akan disalurkan ke Wamena melalui yayasan Darul Hikmah Klaten, bukti transfer kita viralkan melalui media sebagai bentuk pertangungjawaban kepada para donatur.

“Untuk perekrutan relawan jihad, FPI Klaten secara resmi sudah membuka dan ada beberapa calon relawan yang ikut mendaftaran, tetapi masih internal karena ada instruksi resmi dari DPP”, jelasnya.

Meskipun secara resmi dari DPP FPI belum membuka pendaftaran relawan jihad, sejak dibuka secara internal di FPI Klaten sudah ada beberapa calon relawan yang tertarik. Salah satu calon relawan yang hanya menyebut inisial H dari Klaten ini mengaku sudah meminta ijin dari keluarga untuk berjihad membantu saudara muslim di Wamena.

Baca Juga : Jokowi Minta Agar Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden Di Percepat.

“Sembari menunggu instruksi, Saya sudah melakukan berbagai persiapan utamanya mental, ijin dari keluarga, melihat kondisi saudara kita di sana, sebagai sesama muslim hati ini tergerak untuk berjihad dengan segala resiko”, ujarnya.

Berdasarkan informasi dari sejumlah media, kabar terakhir sudah ada 33 orang yang meninggal dunia, akibat peristiwa tersebut.
Share on Google Plus

About Admin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

39 komentar:

  1. Emang tugas FPI apa ya.. Kalo agama dijadikan untk alat perang dan membunuh dgn dasar jihad apa gunanya beragama?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diam TERTINDAS....BANGKIT MRLIBAS

      Delete
    2. gunanya beragama adalah tahu kapan harus membela kebenaran dan bukan mendiamkan pembunuhan.

      Delete
    3. goblog.. elu yang harus tanya sama pemerintah. tugasnya apa. kok melindungi warga negaranya yang ada di negara itu sendiri gak bisa.
      tugas negara cuma dua
      1. melindungi warganya
      2. menyejahterakan warganya.
      kalo gak becus keduanya.. buat apa ada negara

      Delete
  2. Berkaca dr kerusuhan maluku....saya sbg org maluku asli TUAL KEI....mengatakan bahwa perdamayan di maluku sedikit banyak sumbangan laskar FPI, yg kala itu masi bernama laskar jihad...seketika kehadiran LJ di ambon seketika itu pula org non muslim ketakutan atas seruan Jihad sehingga mereka menghindar ke hutan hutan...nah pada kesempatan itulah aparat polri TNI masuk ke tengah dan mengamankn kedua belah pihak yg bertikai....semoga FPI hadir di papua membawa rahmat..

    ReplyDelete
  3. Fpi bekerja dengan Hati. Banser bekerja dengan nasbung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lo kok mnjelek2kn ormas lain.

      Delete
    2. Karna emang BANSER pasukan nasi bungkus. yang ngomongnya jihad tapi merusak di agama sendiri

      Delete
  4. Semoga allah selalu melancarkan urusan FPI,
    DAN jangan dengarkan ANJING2 LIBEREL YG menggonggong.

    ReplyDelete
  5. Bravo FPI Insya Allah, perannya sebagai pembela Ummat akan selalu jadi prioritas.

    ReplyDelete
  6. Sabarlah dulu.. isunya masih seputar kesukuan. ada aparat yg masih bertugas di sana. Berbeda dengan Ambon dulu, awalnya isu kesukuan.. pas idul fitri, teriakannya jelas oleh para preman yg dikirim oleh wiranto "mana muslim!!". Dari situ ketahuan bahwa isunya berubah ke agama. Beruntung masih ada warga nasrani yg tidak terpancing, jadi mereka melindungi tetangga mereka yg muslim hingga larut malam di dalam rumah mereka. Kemudian diantar untuk kabur melalui jalur yg lebih aman.

    ReplyDelete
  7. Istilahnya itu loh, yang menakutkan. Padahal tinggal bilang peduli sesama aja, pakek kata jihad. Seakan akan Hanya fpi yang peduli dengan Papua. Padahal Ormas dan lembaga yang lain sudah lebih dulu memberi bantuan kesana.... wkwkwk. Lucu deh, padahal fpi kesiangan dalam membantu sesama.

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Kalau berani komen kayak gini pake akun asli. dan identitas yang jelas.
      terus sini tikam tikaman sama aku.
      FB : Harys Fajri Guchi
      cek aja.

      Delete
  9. Jangan membuat berita yang meruncing keadaan.

    ReplyDelete
  10. Hidup ku karena Allah, Dan aku ingin Mati atas Izin /Ridho Allah swt!
    Ingin bergabung dengan FPI aku tidak punya harta 💵 materi. Namun jiwa dan raga ku siap aku sumbangankan di Jalan Allah swt membela agama ku Islam dan Negara ku NKRI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang situ yakin masuk surga?

      Delete
  11. FPI jangan ke sana entar mati konyol loh

    ReplyDelete
  12. Mau ngapain ke papua anjing? Jangan pernah injakkan kaki haram kalian di tanah kami!!!

    ReplyDelete
  13. Aneh aneh saja. Jihad atau jahat ? Ah FPI lagi...pikir Surga donk.

    ReplyDelete
  14. jihad dlm bentuk memberi bantuan makanan dan obat obatan aja. Gak usah jihad perang, nanti kami muslim yg tinggal di papua ikut malu pd tetangga dan teman kami yg beragama lain. Krn di wamena bukan konflik

    ReplyDelete
  15. Jangan samakan kerusuhan di Wamena dengan daerah lain. Kalau mau datang sebagai relawan di Wamena harus dengan hati, kalau dengan anti damai maka akan merugikan diri sendiri. Sebab itu Papua luas, bukan kab. Wamena saja, masih ada daerah lain di Papua yg orang2 nya hidup saling mencintai dan mengasihi. Siapa yg lahir di Papua pasti hati Papua... Papua tanah Damai. God bless Papua

    ReplyDelete
  16. Despite the fact that those prophets accompanied various books, practices and techniques for revering, Prophet Mohammad (harmony and endowments arrive and every other prophet) was the keep going Messenger of Allah On earth Before the Day of Judgment.

    islamic studies for kids

    ReplyDelete